Showing posts with label info related. Show all posts
Showing posts with label info related. Show all posts

Saturday, March 29, 2008

cara rasul hadapi fitna

Cara Rasul Hadapi Islamofobia

Oleh :

Rifqi Fauzi
Mahasiswa Jurusan Hadis Universitas Al Azhar Kairo Mesir

Akhir-akhir ini hinaan terhadap Islam kembali mencuat, malah makin banyak kasusnya. Kartun Nabi Muhammad SAW yang dulu menuai kritik kembali di muat di Denmark. Di Berlin dalam sebuah pameran poster, dipajang poster yang menghina Kota Makkah dengan menyebut Kabah sebagai batu bodoh.

Di Belanda, Geert Wilders membuat film anti-Islam dan melecehkan Alquran. Di Amerika Serikat, pada tanggal 27 Februari lalu dalam sebuah acara primetime di ABC News yang berjudul ‘What Would You Do?’ menayangkan masyarakat Amerika yang masih banyak memandang Islam sebagai sebuah ajaran yang menakutkan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Barat masih terus dan makin banyak yang benci dan memandang bahwa agama Islam adalah ajaran yang berbahaya. Tentunya sebagai Muslim kita harus tahu cara yang tepat dalam menghadapi kasus-kasus ini sehingga jangan sampai reaksi Muslim malah bukan menghilangkan Islamofobia Barat, tetapi menambah stigma buruk bagi Islam.

Faktor penyebab
Secara umum adanya Islamfobia, yang kebanyakan terjadi di dunia Barat, disebabkan beberapa faktor. Pertama, dalam Alquran Allah SWT telah mempertegas bahwa sampai kapan pun kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rida terhadap Islam (lihat QS Albaqarah [2]:120). Alquran telah banyak menceritakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh orang kafir, di antaranya beliau dituduh sebagai penyair (QS Al Anbiyaa’ [21]:5), dihina sebagai dukun (QS Al Haaqqah [69]:42), dituduh sebagai tukang sihir (QS Adz Dzaariyaat [51]:52), dihina sebagai orang gila (QS Al Hijr [15]: 6).

Ada juga hinaan terhadap status beliau sebagai anak yatim dan orang miskin (QS Az Zukhruf [43]:31). Hinaan bahwa Nabi tidak perlu makan dan menikah (QS Al Furqaan [25]:7). Beliau dituduh bahwa Alquran diajarkan oleh orang Nasrani (QS An Nahl [16]:103). Hinaan bahwa beliau tidak akan mempunyai keturunan setelah kematian putranya yang bernama Qosim (QS Al Kautsar [108]:1-3), dan kasus lainnya.

Faktor kedua, yang menjadikan Barat membenci Islam adalah karena Islam merupakan tantangan ideologi yang bertentangan dengan prinsip atheis. Naquib Al-Attas mengungkapkan dalam bukunya, Islam and Secularism, bahwa Islam bukan hanya tantangan bagi kekristenan Barat, tetapi juga tantangan bagi prinsip-prinsip aristotellianisme dan epistemologi serta dasar-dasar filosofi yang diwarisi dari pemikiran Yunani dan Romawi.

Unsur-unsur itulah yang membentuk komponen dominan, mengintegrasikan elemen-elemen penting dalam berbagai dimensi pandangan hidup Barat. Islam pun dianggap tidak sejalan dengan pandangan hidup mereka.

Dr Basim Khafaji mengatakan bahwa Barat melihat Muhammad telah mempersembahkan pemahaman yang mungkin bisa menghancurkan pemikiran Barat dari asasnya, yaitu sentralisasi Allah Ta’ala dalam kehidupan manusia. Hal itu bertolak belakang dengan teori Barat yang dibangun di atas logika dan akal pemikiran manusia (Sohib Jasim, Akar-Akar Penghinaan Terhadap Islam dalam Pemikiran Barat, 2006).

Faktor terakhir adalah isu terorisme yang selama ini didengungkan oleh Amerika dan sekutunya. Ini telah merasuki pemikiran bangsa Barat sehingga mereka takut dan membenci Islam.

Teladan Rasul
Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘’Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari Perang Uhud?’’ Rasulullah menjawab, ‘’Suatu hari aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui, yaitu hari di mana aku menemui kaum kampung aqobah (di Thaif), ketika aku ingin menemui (untuk meminta perlindungan, sekaligus menyebarkan islam) Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (salah satu pembesar di Thaif), tetapi dia tidak memenuhi keinginanku, lalu aku pulang dalam keadaan wajahku berdarah (karena perlakuan warganya yang melempaliranya dengan batu). Ketika aku berhenti di Qarnul Tsa’alib (Miqat Qarnul Manajil), aku melihat ke atas dan awan memayungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, aku melihat Jibril memanggilku, seraya berkata: ‘’Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan (hinaan) kaummu dan penolakan mereka kepadamu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung terhadapmu.’’

‘’Ya Muhammad,’’ sahut malaikat pen-jaga gunung. ‘’Jika engkau mau supaya aku melipatkan Akhsyabain (dua gunung di Makkahm, yaitu gunung Abi Qubaisy dan gunung yang menghadapnya) ini di atas mereka, niscaya akan aku lakukan.’’ Namun, Rasulullah SAW malah berdoa (tidak ada sedikit pun keinginan untuk membalasnya). Bahkan, aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun (HR Bukhari Muslim).

Dalam kisah lain, salah seorang dari kaum Quraisy biasa melempari kotoran jika Rasulullah SAW lewat di depan rumahnya. Ketika orang Quraisy itu tidak terlihat lagi, Rasulullah pun menanyakan tentang kabarnya. Ketika ada kabar bahwa orang itu sakit, Rasulullah langsung menjenguknya tanpa ada dendam sedikit pun.

Akhirnya, orang itu pun masuk Islam karena melihat akhlak mulia Rasulullah SAW. Dari kisah di atas, banyak pelajar yang bisa kita renungkan. Pertama, ketika cacian dan perlakuan tidak manusiawi datang menghadapi Rasulullah, maka yang dikedepankan oleh beliau bukan dengan kembali mencaci, tapi dengan menunjukkan sikap baik.

Secara tidak langsung ini adalah dakwah terhadap mereka yang membenci Islam. Terbukti akhlak baik Rasulullah dan sahabatnya telah mengantarkan Islam bisa tersebar luas dengan waktu yang singkat. Dengan ini maka umat Islam dituntut lebih memperbaiki lagi akhlaknya sehingga yang membenci tahu akan keagungan umat Islam.

Kedua, umat Islam harus senantiasa introspeksi, apakah kita pernah menjelaskan tentang Islam kepada orang-orang yang menghina Islam? Karena boleh jadi mereka membenci Islam karena belum tahu tentang hakikat Islam.

Jika belum, maka kita harus memberikan penjelasan tentang Islam dengan berbagai pendekatan. Kalau Rasulullah dahulu suka memberikan surat-surat yang ditujukan kepada para raja, maka sekarang pun kita bisa berdakwah lewat buku, dengan menerjemahkan karya-karya Islam ke dalam bahasa yang dipakai Barat. Atau bisa dengan pendekatan seni dan budaya yang lebih bisa diterima oleh mereka.

Ketiga, mungkin ini yang luput dari kita selama ini, yaitu mendoakan mereka untuk mendapatkan pintu hidayah. Rasulullah SAW tahu bahwa berdakwah saja tidak cukup. Hidayah adalah urusan Allah maka jalan terbaik untuk memintanya adalah dengan doa.

Maka, jika yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha akan Islam, maka biarkanlah Allah SWT yang membalikkan hatinya menjadi mencintai Islam. Tentunya, tujuan penulis bukan untuk melarang berdemo. Demonstrasi saja tidak cukup untuk menghilangkan islamofobia, apalagi jika berdemo dengan cara brutal dan merusak. Maka, yang timbul bukan islamofobia hilang, tapi mungkin akan semakin menjadi-jadi.

Ikhtisar
Rasul wajib menjadi teladan dalam berdakwah. Masih banyak orang yang salah memahami Islam.

wawancara hacker situs depkominfo

/\ \ __
__ ___\ \ \___ ___ ____ /\_\ ___ __
/'__`\ /'___\ \ _ `\ / __`\/\_ ,`\\/\ \ /' _ `\ /'__`\
/\ __//\ \__/\ \ \ \ \/\ \L\ \/_/ /_\ \ \/\ \/\ \/\ __/
\ \____\ \____\\ \_\ \_\ \____/ /\____\\ \_\ \_\ \_\ \____\
\/____/\/____/ \/_/\/_/\/___/ \/____/ \/_/\/_/\/_/\/____/



[ echo|zine, volume 6 issue 18 ]

Interview with Siapakah.akyu@yahoo.com
Brought To You By : echo|staff

[ Pendahuluan ]

Menjelang akhir bulan Maret 2008 ini,dunia Teknologi Informasi indonesia
dihebohkan pemberitaan di sahkan nya Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik
oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Reaksi yang ditunjukkan dunia IT indonesia sangat beragam,ada pro dan ada juga yang kontra,
banyak perdebatan yang terjadi termasuk komentar dibeberapa media oleh seorang yang
dijuluki media sebagai pakar Telematika.

Tetapi yang menarik disini adalah terjadinya aksi iseng terhadap dua situs Indonesia ,
yakni situs Departemen Komunikasi dan Informatika Indonesia dan situs Partai Golkar
yang kemungkinan dipicu oleh komentar pakar tersebut.

Setelah situs Partai Golkar menjadi korban kedua dalam aksi ini, echo|zine mencoba
untuk menghubungi dan melakukan wawancara singkat terhadap pelaku dua aksi tersebut
melalui email yang ditinggalkan oleh pelaku didalam situs Partai Golkar dan Depkominfo.

[Interview]

Q: Selamat,anda menjadi pelaku aksi iseng yang pertama kali diwawancarai oleh saya :D

Q: Sebelum bertanya lebih jauh,apakah bersedia mengungkapkan identitas anda ? ,
jika ya .. siapakah anda ?
A: Maaf berjuta-juta maaf, saya tidak bersedia.(nama Drs Suprawoto diambil dari header email
yang digunakan oleh "siapakah.akyu@yahoo.com")

Q: Apa yang menjadi alasan anda untuk melakukan aksi iseng terhadap situs Depkominfo ?
A: Alasan? Saya kira dari pesan yang saya tinggalkan disana sudah cukup jelas alasannya apa. :D

Q: Biasanya jika seorang attacker melakukan penyerangan terhadap website,
full deface terhadap 1 halaman ,nah mengapa anda hanya memposting gambar dan
beberapa kalimat saja dalam situs depkominfo.go.id ?
A: HAHAHA.. biar awet dan adminnya ngga sadar.. :D

Q: Sepertinya gambar yang anda posting didalam situs depkominfo itu gambar Roy Suryo , apakah benar ?
A: Ah masa sih anda tidak tau.. :p 68% gambar RS tuh..

Q: Alasan anda menggunakan gambar Roy Suryo ?
A: saya kan fans beratnya RS

Q: Pendapat anda tentang komentar Roy Suryo di media massa ?
A: RS kayanya panas melihat berita seperti itu dan mungkin beliau salah ngomong,
masa sih comment dia gitu banget, membawa dendam pribadi.
hehehe. kalo kata cincha lawra sih "it's annoying.. " hahahaha

Q: OK, sekarang kita beralih ke situs golkar.or.id

Q: Alasan anda untuk melakukan aksi iseng lagi terhadap situs golkar ?
A: iseng aja, om RS ama om mentri kan dari kata2nya nantangin tu.. :p

Q: Apakah karena komentar Roy Suryo kah ?
A: yupez.. om RS n pak mentri yang punya project software antiporn.. :p

Q: Mengapa ada logat cinca lawra didalam pesan tersebut ?
A: saya cuma mencoba mengikuti perkembangan real life, sekali-kali kita
masukin humor dikit lah, jangan terlalu serius :D jadi yang liat juga ga terlalu panas..

Q: Pendapat anda tentang UU ITE, apakah anda mendukung adanya UU tersebut?
A: Saya mendukung banget selama masih bisa masuk di logika, tapi yang saya liat,
UUnya terlalu muluk-muluk, dan banyak yang tidak jelas dan tidak men-detail.:D
Menurut saya sih, belum perlu lah para petinggi negara mengurus UU seperti ini.

Q: Anda mengatakan tadi belum perlu, mengapa?
A: Masih banyak hal yang lebih penting dari UU ini, seperti internet murah
dan membesarkan bandwith internet di Indonesia. Coba liat deh negara
tetangga (Malaysia), bagaimana pemerintahnya bisa nge-push ISP supaya ngasih
Internet murah, supaya rakyatnya ngga gaptek.

Lucunya pake bilang mau hemat bandwith, emang segede apa sih borosnya bandwith di Indonesia?
Keadaan Internet Indonesia aja masih parah, eeh yang beginian diurusin,
kayanya sih tu petinggi juga ngga ngerti apa internet deh.
Layaknya orang yang membuat UU itu pada zaman batu yang belum ada Internet.
kayanya ada udang dibalik batu nih :D

Q: Harapan/Saran anda terhadap pemerintah terkait UU ITE ?
A: Ya tolong ditinjau ulang saja kalo bisa ajak dan berunding dengan pakar-pakar,
jangan ajak "pakar" IT:D

Q: OK,terima kasih telah bersedia menjadi narasumber kami .
A: sim-sim (warkop DKI style)


[ Penutup ]

Dari wawancara diatas,saya menyimpulkan bahwa aksi tersebut semacam protes terhadap
komentar seseorang di beberapa media elektronik. Oh iya,pada aksi yang dilakukan
terhadap situs Golkar, Drs Suprawoto (siapakah.akyu@yahoo.com) juga menyatakan bahwa
dirinya bukan seorang BLOGGER.

Pada kali ini saya berpesan kepada Drs Suprawoto untuk menyudahi aksinya :p,
setidaknya aksi yang kedua sudah cukup. Untuk para administrator dan developer
yang mengurus kedua situs tersebut,tolong lah dibenahi sistemnya :).

Sekian dari saya, semoga pada issue selanjutnya kami dapat menampilkan wawancara yang
lebih menarik dengan tokoh-tokoh dunia Hacking & Security serta Open Source.

[Catatan]
Untuk info lebih lanjut dan berkomunikasi dengan individu tersebut silahkan
anda langsung hubungi "siapakah.akyu@yahoo.com", interview ini dilakukan melalui email.

*- $e18dot007dottxt - echo|zine - issue#18 - 280308 -*

Monday, March 24, 2008

Ayat-ayat cinta puncak fiksi islam?

Jakarta - Film Ayat Ayat Cinta (AAC) memikat 3 juta penonton. Novelnya terjual lebih dari 400 ribu eksemplar. Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda menyebut AAC sebagai puncak karya fiksi Islami.

Ahmadun yang adalah redaktur sastra Republika merupakan orang yang menawari novel itu untuk dijadikan cerita bersambung di Republika. Habiburrahman El Shirazy, si penulis novel, menjadi salah satu 'murid' saat Ahmadun memberikan pelatihan menulis dalam diklat penulisan di Al Azhar, Kairo Mesir.

Bagaimana kisah AAC diterbitkan menjadi sebuah novel? Apa pendapat Ahmadun yang juga seorang sastrawan itu tentang AAC? Berikut wawancaranya:

Bisa diceritakan bagaimana Ayat Ayat Cinta kemudian diterbitkan Republika?

Habib (Habiburrahman El Shirazy) itu salah seorang peserta diklat penulisan fiksi yang diadakan mahasiswa Mesir Al Azhar. Saya menjadi salah satu pembicara yang diundang ke sana. Terus dia pulang ke Indonesia bikin novel.

Awalnya dia mau menerbitkan sendiri lewat Basmala, penerbit milik Habib. Dia menelepon saya minta diberikan pengantar. Datanglah ke rumah saya di Pamulang.

Begitu ditunjukkan naskahnya, saya lihat judulnya menarik. Mengingatkan pada Ayat-Ayat Setan. Kok ada Ayat-Ayat Cinta? Orang pasti ingin tahu apa isinya. Nah lalu saya tawari agar dimuat sebagai cerita bersambung dulu di Republika. Saat itu saya belum membacanya, tapi sangat tertarik dengan judulnya.

Selain itu, saya niatnya menolong. Dia (Habib) itu kan korban kecelakaan. Ia ingin merintis pesantren dan penerbitan. Nah saya ingin meringankan. Dia setuju untuk dimuat di Republika maka jadilah cerbung di Republika.

Ternyata kemudian banyak yang tertarik dan mengirim SMS minta novel itu dibukukan. Ada beberapa penerbit yang juga menelepon ingin menerbitkannya. Tapi Republika kan punya penerbit buku sendiri dan setelah saya sampaikan penerbit tertarik dan lantas minta Habib untuk diterbitkan di Republika.

Apa kekuatan Ayat Ayat Cinta sehingga bisa laris?

Kekuatan pertama ya judulnya, seperti yang saya jelaskan tadi. Kedua, pada keteladanan tokoh Fahri. Menurut saya, ini merupakan puncak idealisasi fenomena fiksi islam. Saat itu kan lagi fiksi Islami berkembang sebagai sebuah fenomena. Kita belum menemukan puncaknya seperti apa. Kemudian muncullah Ayat-Ayat Cinta dengan mengangkat teladan tokoh yang menarik.

Teladan tokoh ini penting bagi pembaca muda maupun pembaca perempuan dan keluarga yang memang merindukan bacaan yang mencerahkan. Fahri ini mengandung keteladaan, bisa jadi teladan perjuangan, sikap keislaman. Dan itu ternyata pas untuk kebutuhan pembaca.

Kekuatan ketiga, romantismenya. Ini novel romantis yang Islami. Jarang kisah cinta segiempat didekati secara Islami. Di novel itu kan, pergaulan mereka sangat Islami.Ternyata masyarakat kita masih terpikat atau terpesona kisah yang romantis. Yang namanya novel romantis selalu laris. Misalnya novelnya Hamka.

Adakah faktor dari luar yang menyebabkan novel ini laris?

Mungkin saat itu masyarakat jenuh dengan novel yang mengumbar seks. Saya berpikir ini bisa jadi novel alternatif. Ini puncak fiksi Islami yang memberikan pencerahan, jadi banyak dicari.

Apakah saat menawari untuk jadi cerbung di Republika, anda sudah membayangkan AAC akan meledak?

Ini di luar bayangan saya. Saya memang membayangkan novel ini akan laris. Tapi kalau sampai best seller bahkan mega best seller itu di luar dugaan. Saya membayangkannya selaris buku Islami lainnya. Tapi kan ternyata bisa selaris bahkan mungkin lebih laris dari Saman Ayu Utami, ini luar biasa.

Apa kelemahan novel AAC?

Kekurangan? Pendekatan sastra murni belum masuk ke sana. Nilai sastra agak kurang. Tapi sebabagi novel pop yang Islami cukup kuat. Dalam pengkajian forum sastra yang akademis, novel ini dianggap novel pop saja, seperti karya La Rose dan Marga T, cuma Islami.

Soal tokoh Fahri bagaimana?

Sebagai novel pop yang romantis, tokohnya memang tidak beda jauh dengan dongeng, di mana yang dihadirkan tokoh impian. Ya laki-laki ideal menurut penulisnya ya seperti Fahri. Dalam realitasnya nggak ada. Namanya dongeng kan tidak membumi seperti cverita pangeran katak itu.

Anda sudah melihat filmnya?

Sudah. Untuk filmnya punya logika hiburan tersendiri. Di film sepertinya mengekploitasi romantisme, jadi betul-betul diekploitasi agar bisa nangis. Karakterisasi dan keteladanan Fahri kurang malah ada tambahan soal poligami sebagai pengembangan naskah. Tentu saya kecewa juga. Tapi di sisi lain saya mencoba memahami logika dunia hiburan.

Memang tidak sekuat novelnya. Tapi tetap ada manfaatnya, aspek pencerahan masih ada, misalnya sikap keilslaman Fahri yang membela perempuan dan tetap membawa Islam yang damai dan ramah.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/23/time/152252/idnews/911796/idkanal/10

Komentar Ayu Utami Tentang Ayat-Ayat Cinta

Jakarta - Film Ayat Ayat Cinta (AAC) kini telah tembus 3 juta penonton. Sebelum sukses filmnya, novel dengan judul ang sama juga laris manis. Setelah film rilis, novel AAC juga kembali diserbu pembeli.

Sayang meski laris manis, novel ini kurang mendapat apresiasi dari sastrawan atau kritikus sastra lainnya. Hanya sastrawan yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP), tempat bernaung penulis AAC Habiburrahman El Shirazy, yang memuji-muji novel ini.

Sementara di luar FLP, jarang kritikus sastra ataupun sastrawan yang tertarik atau telah membaca novel ini. Mayoritas sastrawan dan kritikus sastra yang dihubungi detikcom mengaku belum membaca, bahkan menyatakan tidak berminat membaca AAC.

Dari sedikit sastrawan yang telah membaca karya Kang Abik, panggilan Habiburrahman adalah Ayu Utami. Apa pendapat si penulis novel fenomenal 'Saman' ini? Berikut petikan wawancara detikcom dengan Ayu Utami:


Apakah anda sudah membaca novel atau menonton film Ayat-Ayat Cinta?

Saya sudah membaca novelnya. Tapi belum menonton filmnya.

Beberapa sastrawan dan pengamat sastra menyatakan tidak berminat membaca Ayat-Ayat Cinta. Mengapa anda membaca novel Ayat-Ayat Cinta?

Kalau saya kan memang harus mengikuti perkembangan perbukuan. Saya bagaimana pun bergerak di bidang penulisan, saya anggota Komunitas Sastra Jakarta, saya harus sering baca sastra, saya sering menjadi juri omba cerpen. Jadi membaca novel baru yang menjadi perbincangan wajib bagi saya. Senang atau tidak senang, saya harus membacanya.

Setelah membaca, apa kritik anda?

Ayat-ayat Cinta itu novel Hollywood, novel yang akan membuat senang pembacanya. Cara membuat senang itu dengan memakai resep cerita pop, misalnya berita happy ending, katakan yang orang ingin dengar, jangan katakan yang tidak ingin didengar.

Orang sekarang ingin mendengar petuah bijak, seperti ada sesuatu yang optimis, ada kebaikan di dunia ini.

Ayat Ayat Cinta ini, dari segi struktur cerita seperti cerita Hollywood tahun 1950-an. Bedanya, kalau Hollywood Kristen, ini islam. Endingnya mirip, yakni agama menang. Kalau di Hollywood, misalnya Winnetou masuk Kristen, kalau di Ayat-Ayat Cinta, yang perempuan (Maria, seorang Kristen Koptik) masuk Islam.

Samalah plotnya dengan cerita Hollywood tahun 1950. Laki-lakinya (Fahri, tokoh utama novel Ayat-Ayat Cinta) sangat jagoan, ia miskin, tapi bisa sampai Mesir dan tiba-tiba di Mesir, empat perempuan jatuh cinta semua. Hero banget, hebat dia bisa menaklukkan banyak perempuan.

Karakterisasi tokoh Fahri dalam novel itu, apakah cukup kuat untuk membuat para perempuan jatuh cinta padanya?

Kalau saya nggak tahu. Kenapa laki-laki ini bisa bikin perempuan jatuh cinta. Kalau yang Aisha (perempuan Turki yang kemudian menikah dengan Fahri) mungkinlah, karena ada konflik saat bertemu di metro, tapi bagaimana dengan tetangganya (Maria) bisa jatuh cinta habis-habisan, ini yang tidak tergarap.

Cerita novel ini sangat laki-laki, memenuhi keinginan dan impian semua laki-laki untuk dicintai banyak perempuan, yang perempuan istri pertama menyuruh dia kimpoi lagi. Lalu penyelesaiannya untuk kompromi simpel, perempuan yang istri kedua mati. Hollywood tahun 1950-an juga seperti itu. Kristen itu kan mengagungkan tidak menikah, jadi begitu tokoh utamanya punya pacar dimatikan. Nah di Hollywood itu tahun 1950-an, Indonesia baru tahun 2008.

Mengapa kemudian Ayat-Ayat Cinta ini sangat laris? Karena masyarakat kita masih di situ tahapnya, inginnya kisah-kisah yang hitam putih dan penuh optimisme seperti itu. Mungkin karena kita habis reformasi, lalu ada chaos, jadi kita ingin kisah yang menghibur seperti itu.

Di novel ini ada cerita tentang pindah agama, dan ini yang menjadi salah satu kontroversi. Menurut anda, apakah cukup kuat pelukisan sehingga ada alasan pindah agamanya Maria masuk akal?

Saya nggak tahu. Buat saya nggak penting kuat atau nggak. Orang pindah agama, dalam hidup sehari-hari, banyak sekali alasannya, ada yang terancam maut, lalu pindah agama . Ada yang karena kimpoi lalu pindah agama. Ada yang secara revolusioner, ada yang pelan-pelan atau evolusioner.

Ada yang keberatan dengan kisah pindah agama ini diangkat ke novel yang dikonsumsi publik, karena itu menunjukkan dakwah agar masuk Islam sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu toleransi antar umat beragama di Indonesia. Pendapat anda?

Ini kan novel dakwah, jadi nggak apa-apa. Saya Katolik, menurut saya nggak apa-apa orang berdakwah. Memang kenapa kalau berdakwah? Kecuali penulisnya bilang, ini bukan novel dakwah. Dia mengaku ini novel dakwah, jadi sah saja.

Saya juga berdakwah, saya mendakwahkan ide-ide saya. Nggak papa ngajak masuk Islam. Kita mau ngajak masuk agama lain, nggak masalah. Namanya, rebutan pengikut agama itu biasa saja. Itu sebuah proses yang baik.

Persaingan agama itu merupakan hal yang baik, dengan adanya persaingan itu akan menghindarkan kekejaman atau represi dalam agama. Orang yang mengalami represi sebuah agama bisa pindah ke agama lain.

Kelompok yang berkeberatan dengan kisah masuk Islam ini menuding ada hegemoni soal kebenaran agama. Mereka mengandaikan bila yang sebaliknya yang dijadikan film?

Persoalan kita, negara ini kan mayoritas muslim, sebagian besar kurang berpendidikan. Saya kira melihatnya, soal kelompok garis keras menyerang kelompok non muslim itu harus dilihat dengan kaca mata yang lebih luas. Ini bukan persoalan agama, tapi persoalan sosial politik.

Saya kira hal yang sama juga terjadi, jika mayoritas negara ini Kristen misalnya dan ada orang Islam menghujat Kristen. Jadi nggak bisa dilihat dari kaca mata agama. Harus dari sosial politik, bahwa mayoritas cenderung akan cenderung akan berperilaku nggak bener. Kita harus pandai memisahkan hal-hal yang beruhubungan antara gama dengan sosial .

Ngomong soal film ya film. Nggak usah pakai film untuk menilai persoalan lain di masyarakat. Jangan campur adukkan kacamata. Pakai kacamata yang pada tempatnya.

Soal poligami, bagaimana pandangan anda?

Di luar novel itu, bagi saya, poligami tidak layak diteruskan. Itu sistem di masa lalu, tidak cocok untuk masa depan.

Kalau dalam novel ini, kasus poligami disikapi dengan pengecut. Dalam arti, sebagian besar perempuan tidak mau dipoligami. Bila pun ada, perempuan yang mau dipoligami itu, biasanya mereka sebagai istri kedua, ketiga, atau keempat.

Ya kita bisa lihat kasus Aa Gym, dia kehilangan pendukung begitu dia melakukan poligami. Jadi jelas sekali poligami tidak disukai perempuan. Novel ini kompromistis sekali. Ia tidak berani ekstrim, dia mengangkat wacana atau ideologi poligami, tapi lalu akhirnya buru-buru dimatikan. Dia hanya kembali ke titik yang happy ending, inilah resep cerita pop.

Apa kekuatan Ayat-Ayat Cinta sendiri sehingga bisa laris?

Judulnya kuat, ini mengingatkan pada Ayat-Ayat Setan, atau lagu Laskar Cinta. Kemudian enak dibaca, dia punya keterampilan menulis. Tapi saya kira kekuatan Ayat-Ayat Cinta ini adalah kemampuannya untuk menyenangkan, untuk mengkonfirmasi apa yang dipercaya
kebanyakan orang. Mental masyarakat itu merindukan orang untuk masuk ke agamanya, kita senang bila ada yang masuk agama kita. Di sini, masuk Islam, di Hollywood masuk Kristen.

Soal beberapa kalangan yang berpendapat Ayat-Ayat Cinta ini bukanlah sastra?

Tahun 1920 an sampai belakangan ini, saya kira batas sastra pop dan serius tidak ada lagi. Batasnya tidak terlalu ketat. Sebuah karya novel, apapun itu adalah kerajinan kata-kata. Tidak perlu dia ditempatkan sebagai sastra atau tidak.

Apa kelemahan Ayat-Ayat Cinta?

Paling lemah, kalau menurut saya, adalah nafsunya pada kebenaran. Begitu bernafsu untuk menunjukkan kebenaran. Tapi dia mengakui ini novel dakwah, jadi nggak masalah.

Tapi bagi saya, kalau sastrawan bernafsu untuk menyampaikan kebenaran itu tidak menarik. Sastra bukan untuk alat berdakwa, tapi untuk mempergulatkan nilai-nilai. Sastra itu selalu menghargai membuka persoalan. Bukan berakhir dengan kata amin seperti bila kita berada di masjid atau di gereja.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/23/time/123250/idnews/911733/idkanal/10

Sunday, March 16, 2008

SuRat KecIL uNtuK TuHan : kisah nyata gadis terjangkit kanker ganas yg mengharukan




Apalah artinya hidup bila anda hanya memiliki sebuah kesempatan untuk berpikir
bagaimana anda hidup lebih lama lagi?

ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi pada seorang anak bernama gitta sassa wanda cantika mantan artis cilik era tahun 1998an.. gadis cilik berusia 13 tahun yang divonis mengalami kanker ganas yang nyaris membuat wajahnya menjadi tampak seperti monster. dokter mengvonis gitta akan mati dalam waktu 5 hari bila tidak melakukan operasi. tapi orang tuanya tidak tega buat melihat separuh
wajah dari putrinya harus hilang karena operasi. dan terlebih gitta seorang gadis bagaimana
dia menatap masa depannya.

kasus kanker ganas tersebut baru pertama kali terjadi di Indonesia. dan menjadi perdebatan
karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua. tuhan memang maha adil dengan segala upaya akhirnya orang tua si anak mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah
bertahan selama 6 bulan melalui kemotrapi yang bisa kalian bayangkan bertapa menyakitkan sebuah kemotrapi yang terjadi satu kali bisa membuat rontok semua helai rambut di tubuh.
dan itu terjadi sebanyak 25 kali pada seorang gadis kecil itu sembuh.

ketika semua orang bersuka cita pada kesembuhan gitta. rupanya kesempatan sembuh itu hanya sebuah kesempatan. kanker itu datang kembali dengan menjadi lebih ganas. gitta pun pasrah melewatkan hidupnya dengan kanker yang semakin mengganas wajahnya hingga menyentuh paru parunya. hebatnya dari gadis ini. ia nekad ingin sekolah dengan keadaan seperti ini. hinaan bahkan cacian dari orang orang yang melihatnya tidak ia pedulikan. yang paling menyedihkan adalah. ketika ujian kenaikan kelas disaat ujian tangannya tak mampu lagi bergerak hingga hidungnya mimisan ia masih ingin terus ujian dan lulus naik kelas. tekadnya begitu hebat sampai sampai ibu megawati memberikan penghargaaan khusus padanya sebagai siswa teladan.

tapi inilah kehidupan. Tuhan punya rencana lain padanya. dan akhirnya ia harus pergi setelah 3 tahun mendekap dengan kanker ganas tersebut, bayangkan hidup dengan kanker ganas selama 3 tahun tanpa pernah mengeluh bahkan ia selalu tegar. hingga Tuhan menjemputnya.

ia bahkan menuliskan surat kecil kepada Tuhan ketika didetik detik kematiannya dalam bentuk puisi seperti ini

ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU
TERJADI PADA SIAPAPUN

TUHAN ANDAI Aku BISA MEMOHON
JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI
TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU
JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.

Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA
Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..

TUHAN SURAT KECILKU INI..
ADALAH PERMINTAAN TERAKHIKU ANDAI
Aku BISA KEMBALI..

buat kalian yang tertarik melihat otobiografi gadis ini bisa dilihat di sini tapi bila tidak ingin menangis lebih
dalam karena terlena oleh perjalanan hidupnya janganlah masuk.. tapi buat yang punya sanak saudara yang mengalami kasus sama mungkin bisa bershering dengan pihak keluarga..

link

http://lieagneshendra.blogs.friendst...kecil_unt.html

Anak Muda Indonesia Keliling Dunia Lewat Darat

“HIDUP ini adalah sebuah perjalanan. Kita tidak tahu kapan perjalanan hidup kita akan selesai. Begitu pula saya tidak tahu kapan petualangan saya ini akan berakhir. Yang saya tahu, saya masih ingin terus melanjutkan petualangan saya. Masih ada banyak tempat yang ingin saya kunjungi,” ujar Agustinus Wibowo dalam sebuah perbincangan.

Ketika tulisan ini dibuat, Agus, begitu biasa ia disapa, sedang menetap sementara di Afghanistan. Ia telah hampir tiga tahun melakukan perjalanan tanpa jeda melalu jalur darat melintasi Asia Selatan dan Tengah. Ia sedang melakukan ”misi pribadinya” keliling Asia, bagian dari cita-citanya keliling dunia. Perjalanannya dimulai dari Stasiun Kereta Api Beijing, China pada tanggal 31 Juli 2005. Dari negeri tirai bambu itu ia naik ke atap dunia Tibet, menyeberang ke Nepal, turun ke India, kemudian menembus ke barat, masuk ke Pakistan, Afghanistan, Iran, berputar lagi ke Asia Tengah, diawali Tajikistan, kemudian Kyrgyzstan, Kazakhstan, hingga Uzbekistan dan Turkmenistan. Ribuan kilometer yang dilaluinya ia tempuh dengan berbaga macam alat transportasi seperti kereta api, bus, truk, hingga kuda, keledai dan tak ketinggalan jalan kaki.

”Saya menghindari perjalanan dengan pesawat. Perjalanan udara menghalangi saya menyerap saripati tempat-tempat yang saya kunjungi. Menyatu dengan budaya setempat, menjalin persahabatan dengan banyak orang di tiap tempat, merasakan kehidupan masyarakat di suatu tempat adalah hal-hal yang tidak mungkin saya dapatkan jika saya menggunakan pesawat terbang. Selain itu, uang saya tidak cukup untuk tiap kali naik pesawat..hehehe...” terangnya.

Agus adalah seorang petualang, pengembara, musafir, seorang backpaker sejati. Bagi banyak orang, aktivitas travelling murah sebagai seorang bakckpaker adalah hobi. Bagi Agus menjadi backpaker adalah hidupnya, napasnya setiap hari.

Ia memulai perjalanannya dengan bekal 2.000 dolar AS hasil tabungannya selama kuliah di Universitas Tshinghua, Beijing, Cina. Ketika duitnya habis ia akan menetap sementara di suatu tempat, bekerja serabutan guna mengumpulkan duit lagi dan kembali melanjutkan perjalanan.

”Kebetulan saya suka fotografi. Saya menjual foto-foto saya dan menulis tentang tempat-tempat yang saya kunjungi untuk saya jual ke beberapa media di China, Singapura dan Indonesia. Selain itu saya bekerja serabutan sebagai apa saja untuk bertahan hidup,” tuturnya.

***

Agustinus Wibowo lahir di Lumajang, Jawa Timur, tahun 1981 sebagai putra pertama pasangan Chandra Wibowo dan Widyawati. Lulus dari SMU 2 Lumajang ia melanjutkan kuliah di Jurusan Informatika Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Hanya satu semester ia di ITS, sebelum memutuskan pindah kuliah ke Fakultas Komputer Universitas Tshinghua, Beijing, universitas paling ternama di daratan Tiongkok.

Sejak kecil ia sudah menyimpan harapan untuk berkelana ke negeri-negeri jauh. Waktu SD gurunya pernah bertanya tentang cita-citanya. Dengan polos dia menjawab ingin jadi turis. Gurunya bilang kalau turis itu bukan pekerjaan, bukan cita-cita. Tapi, Agus terus menyimpan mimpi masa kecilnya itu.

Di Lumajang ia tumbuh sebagai anak rumahan, lebih senang menghabiskan waktunya di kamar membaca buku. Jika harus keluar rumah ia memanggil becak. ”Dulu saya ini malas banget jalan siang-siang, panas. Bahkan, untuk pergi 400 meter saja saya pasti naik becak,” aku dia.

Semua itu telah berubah. Ia telah mewujudkan mimpinya menjadi seorang ”turis”. Anak manis yang malas bertemu panas matahari telah menjadi anak kehidupan yang tidur berselimut debu jalanan. ”Saya berubah dari seorang kutu buku tidak berguna menjadi seorang musafir yang tahan banting. Perjalanan mengajarkan saya tentang warna-wani hidup, ragam budaya dan manusia. Perjalanan ini juga memaparkan pada saya bahwa dunia tidak seindah yang kita impikan. Hidup ini cantik sekaligus buruk rupa, bahagia sekaligus muram, berwarna sekaligus kelabu. Saya belajar untuk tidak mengeluh dan belajar untuk selalu bersyukur atas segala hal yang saya terima setiap hari,” ujarnya.

Semua perubahan itu dimulai pada tahun 2002. Saat itu, seorang temannya di Tsinghua menantangnya untuk ”backpack” ke Mongolia. Kebetulan pada saat yang sama ia terinspirasi oleh seorang teman lainnya, cewek Jepang, yang pernah keliling Asia Tenggara sendirian selama enam bulan. Ia begitu terkagum-kagum ketika si cewek Jepang-nya itu bercerita bahwa selama perjalanan ia bertahan hidup dan berkomunikasi menggunakan ”bahasa tarzan” karena sama sekali tidak bisa bahasa Inggris, apalagi bahasa negara-negara ASEAN.

”Waktu itu saya begitu terpesona oleh cerita petualangan teman Jepang saya ini. Petualangan yang wah, berani, dan penuh tantangan. Saya jadi bertanya sendiri, kapan saya bisa begitu? Maka ketika ada teman yang mengajak saya pergi ke Mongolia saya langsung mengiyakan,” tuturnya.

Ternyata, Agus tidak pernah bisa menghentikan langkahnya sejak saat itu. ”Semakin sering saya travelling sebagai backpaker, semakin dalam keingintahuan saya tentang hal-hal baru di dunia ini. Tidak hanya sebagai penonton, tapi terlibat sepenuhnya dengan seluruh pengalaman perjumpaan dengan masyarakat dan kebudayaannya. Dunia ini tidak seluas daun kelor. Ada banyak kehidupan lain di luar sana dan ada banyak kebajikan yang kita tidak pernah tahu sebelumnya,” jelas Agus yang karena perjalanannya telah menguasai bahasa Hindi, Urdu, Farsi, Rusia, Tajik, Kirghiz, Uzbek, Turki, dan sekarang dalam proses menguasai bahasa Arab, Armenia, dan Georgia. Selain itu, ia fasih bahasa Inggris, Mandarin, Indonesia dan tentu saja bahasa Jawa.

Kemampuannya menguasai berbagai bahasa ini pernah membuatnya hampir cilaka. Suatu waktu di Afghanistan polisi setempat mencurigai dirinya sebagai seorang teroris dari Pakistan. Tiba-tiba, tanpa sebab dan alasan, sekelompok polisi memukulinya dengan garang. Spontan ia berteriak dan memaki. Namun sial, yang keluar dari mulutnya adalah bahasa Urdu. ”Seharusnya saya ngomong dalam bahasa Inggris, tapi waktu itu spontan yang keluar bahasa Urdu,” cerita dia. Urdu, tak lain dan tak bukan, adalah bahasa nasional Pakistan.

Tidak cuma sekali dua kali Agus mengalami kejadian-kejadian naas seperti itu. Seorang pengelana mau tidak mau harus berteman dengan marabahaya. Anak mami yang bertahun-tahun hidup dalam kehangatan keluarga itu telah berulangkali ditangkap polisi, ditahan agen rahasia, dipukul preman, diserang perampok, dan bersahabat dengan rasa lapar. Ia pernah putus asa karena kameranya rusak total dan uang bekalnya dicuri orang. Yang paling buruk, karena sembarangan menginap di rumah orang ia pernah salah mampir di rumah pelaku kriminal.

Apakah orang tuamu tidak khawatir Gus? O, tentu saja sangat khawatir. Ia ingat betul pada perjalanan pertamanya ke Mongolia tahun 2002. Setelah tiga minggu di Mongolia ia menelepon ke rumah dan ibunya menjerit begitu medengar suaranya.

Tahun 2003 ia terobsesi mengunjungi Afghanistan. Mendengar nama negara itu saja orang sudah bergidik ngeri karena bayang-bayang kekerasan perang yang tiada henti di sana. Agus pun pergi diam-diam tanpa memberitahu orangtuanya, menuju negeri yang identik dengan darah, Taliban, dan perang. Tapi, toh mereka tahu juga tentang ”perjalanan gelapnya” ini. Sekembalinya dari Afghanistan, ia dimarahi habis-habisan oleh ibunya.

”Tapi itu dulu, sekarang mereka sudah mulai mengerti. Ayah saya akhirnya malah bangga memiliki putra seorang pengembara. Tapi, saya tahu di lubuk hati yang paling dalam mereka berharap suatu saat nanti saya kembali ke Indonesia, menetap dan hidup normal di sana. Mmmm.....bagian itu, saya belum bisa menjawabnya saat ini,” katanya.

Saturday, March 15, 2008

world billionaire 1-25

1 Warren Buffett United States 77 62.0 United States
2 Carlos Slim Helu & family Mexico 68 60.0 Mexico
3 William Gates III United States 52 58.0 United States
4 Lakshmi Mittal India 57 45.0 United Kingdom
5 Mukesh Ambani India 50 43.0 India
6 Anil Ambani India 48 42.0 India
7 Ingvar Kamprad & family Sweden 81 31.0 Switzerland
8 KP Singh India 76 30.0 India
9 Oleg Deripaska Russia 40 28.0 Russia
10 Karl Albrecht Germany 88 27.0 Germany
11 Li Ka-shing Hong Kong 79 26.5 Hong Kong
12 Sheldon Adelson United States 74 26.0 United States
13 Bernard Arnault France 59 25.5 France
14 Lawrence Ellison United States 63 25.0 United States
15 Roman Abramovich Russia 41 23.5 Russia
16 Theo Albrecht Germany 85 23.0 Germany
17 Liliane Bettencourt France 85 22.9 France
18 Alexei Mordashov Russia 42 21.2 Russia
19 Prince Alwaleed Bin Talal Alsaud Saudi Arabia 51 21.0 Saudi Arabia
20 Mikhail Fridman Russia 43 20.8 Russia
21 Vladimir Lisin Russia 51 20.3 Russia
22 Amancio Ortega Spain 72 20.2 Spain
23 Raymond, Thomas & Walter Kwok Hong Kong NA 19.9 Hong Kong
24 Mikhail Prokhorov Russia 42 19.5 Russia
25 Vladimir Potanin Russia 47 19.3 Russia

Nasehat Warren Buffet utk Anak Muda

Buffet sekaligus filantrop/dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih
dari $ 31 miliar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan...


Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:

1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun,
dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat

2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran

3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah,
memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha,
yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu,
Rumahnya tidak memiliki pagar.

4.Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya

5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi,
walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan.
Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut,
memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya.
Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut,
ia hanya memberikan 2 buah peraturan:
1. Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham
2. Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1

7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya.
Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn,
dan menonton TV

8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia,
tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki,
namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit.
Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam,
Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.

9. Buffet tidak pernah membawa hanphone,
maupun PC/laptop di mejanya,


Nasehatnya untuk Anak Muda:

'Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG....
2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN...
3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.
Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda
merasa nyaman (feel good)
4. Jangan membeli barang karena merknya.
Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.
5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting.
Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang
benar-benar Anda perlukan.
6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda.
"Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan
untuk mengatur hidup Anda?
. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting
Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia...

TETAP SEMANGAATTTT!!!!

BANGKITLAH GENERASI MUDA INDONESIA!!!

VERSI INGGRIS

There was a one hour interview on CNBC with
Warren Buffet, the richest man who has donated $31 billion to charity.

Here are some very interesting aspects of his life:

1. He bought his first share of stock at age 11 and he now regrets that he started too late!
2. He bought a small farm at age 14 with savings from delivering newspapers.
3. He still lives in the same, small 3-bedroom house in midtown Omaha that he bought after he got married 50 years ago. He says that he has everything he needs in that house. His house does not have a wall or a fence.
4. He drives his own car everywhere and does not have a driver or security people around him.
5. He never travels by private jet, although he owns the world's largest private jet company.
6. His company, Berkshire Hathaway, owns 63 companies. He writes only one letter each year to the CEOs of these companies, giving them goals for the year. He never holds meetings or calls them on a regular basis. He has given his CEO's only two rules.
1. Rule number 1: Do not lose any of your shareholder's money.
2. Rule number 2: Do not forget rule number 1.
7. He does not socialize with the high society crowd. His pastime after he gets home is to make himself some popcorn and watch television.
8. Bill Gates, the world's richest man, met him for the first time only 5 years ago. Bill Gates did not think he had anything in common with Warren Buffet. So, he had scheduled his meeting only for half hour. But when Gates met him, the meeting lasted for ten hours and Bill Gates became a devotee of Warren Buffet.
9. Warren Buffet does not carry a cell phone, nor has a computer on his desk.


His advice to young entrepreneurs:

'Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

1. Money doesn't create man, but it is the man who created money.
2. Live your life as simple as you are.
3. Don't do what others say. Just listen to them, but do what makes you feel good.
4. Don't go on brand name. Wear those things in which you feel comfortable.
5. Don't waste your money on unnecessary things. Spend on those who really are in need.
6. After all, it's your life. Why give others the chance to rule your life?'

Friday, March 14, 2008

Seorang ibu meninggal slth 38 thn merawat putrinya yg koma

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali ... Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma.

Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.

Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung.

Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.

"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).

Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.

Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us.

Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membanya ke rumah sakit.

Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu.

Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.

Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.

Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.

Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.

Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang


klo ada yg mo ngucapin deep symphaty bisa lsg ke web nya
lengkap klo mo tau whole story n foto" nya.... barusan dapet neh link nya:

http://www.edwardaobara.com/

Tuesday, March 4, 2008

Pribumi, Tionghoa, dan Kaukasian

Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI
Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan
sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New
York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu
berbeda dengan orang pribumi.

Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang
cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan
lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk
kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan
saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang
bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi
semua bangsa juga punya.

Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli
dan keturunan cina :

1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman
dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya,
saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya :

A. DUIT

a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli
baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di
simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru
gajian.

b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang
diinvest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja
sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank
bisa sampe 75%-80% dari gaji.

c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit,
apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount),
beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus
disimpen di bank.

*** Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya
Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa
mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan
bukan mafia di Cinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash,
bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa
dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule atau orang hitam musti ngutang
sampe tau baru bisa lunas beli rumah.

B. KERJAAN

a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari
Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato
makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya
kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule
tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya
weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja, pikirannya hari
Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.

b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak
pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah
mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari
khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering
menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu
atau hari minggu juga pasti mau. Kadang-kadang dia malah kerja
part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk
menambah uangnya.

c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang
karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor.
Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu,
cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti
si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.

*** Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan.

Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang "NO" sama boss.

Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai
"Good Worker". Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting
sekali dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia
lembur, biasanya dia akan datang sabtu atau minggu, atau kerja lembur
besoknya.

C. RUMAH

a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh
dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya
pasti abis ngurusin apartment dia.

b) Apartment si cina, wah... kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja.
Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja
tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang
"bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." daerahnya pun
bukan didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau
tinggal.

c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga
merias rumah. Jadi apa rtment saya lumayan lah tidak seperti punya si
Cina.

Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di bank banyak.

Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di perusahaan tersebut.

*** Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, masih tinggal di
apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah
sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg
penting-penting saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.

*** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya
pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak
begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan
sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu
dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di
Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman
lagi orang Cina lainnya, orang India, or ang Arab, orang Jerman, orang
Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang
Cina ini.

2. Perbandingan antara sejarah kebudayaan cina dan Indonesia JAMAN DULU

Bangsa cina adalah bangsa yg bangga dengan bangsanya, karena
kebudayaan cina adalah salah satu kebudayaan yg tertua di dunia,
hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan
cina itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk
melepaskan kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka
itu hebat, terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan
kita (pribumi Indonesia ) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang
cina. Dan memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.

Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang
Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina.

Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis
dan&n bsp; evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah
orang pribumi.

Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat
ke orang Cina. Orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya
diawang kesusahan terus (maksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari
jaman dulu, katanya, sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah
pemerintahnya sendiri,

dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa dibilang salah
satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita, dan makin
menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin berani, jadi semua
jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini juga terjadi di
Indonesia .

Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi
kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari
Nigeria dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina.
Dan herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak
miskin.

DI INDONESIA Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal diJakarta,
saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya
belum terbuka. Saya pernah punya teman orang cina di Senen buka toko
kain. Di sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain.
Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji sebelah
akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau
guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah
untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan
bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja

Sedangkan si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di
restoran karena gengsi sama keluarga nya.

Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri
bahwa cina ini pikirannya le bih maju lebih melihat kedepan dan lebih
tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh
dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia,
tapi juga tidak usah gengsi-gengsian.

Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan
satu hal yg benar-benar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT KEPUTUSAN
BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.

Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang
Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali
pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia . Kalau YA yah sudah
bilang YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak
enak hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem.

Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku
kalau memang salah atau harus merubah sesua tu yg jelek.

Inilah kelemahannya.

Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI
Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman
sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat
tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg
memang kaya dan menguasai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya
dibantai dan tidak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal
mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai
bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg
tinggi, sama seperti cina di Indonesia .

Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan
orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, cina itu tidak
salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu.

Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan
Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg
paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang
juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 53 tahun merdeka rupanya
penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular
ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.

Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa bangsa
Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa
jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara
ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata.

Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan
Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma,
Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk
sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama yaitu cina kalau di
Indonesia .

Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka
kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus? Kenapa? Karena >
mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang
luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina,
pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak
makan besok? atau mati? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak
licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadinya berhasil
memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras,
JAUH.....SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di
Indonesia saja. Orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses
dan bekerja keras.

Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA
KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan
keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin.

Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih
tinggi lagi.

Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan
mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi
takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan
kambing hitamnya.

Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau tidak bersatu.

Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama lain tidak
perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti
diakui sebagai satu bangsa.

Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka
bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing.

Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg
bagusnya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukan negara.

Tidak segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan
maju. Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau
berubah.

Life Is A Role Playing Game !!

NB: Ada beberapa hal yg perlu diluruskan, tidak semua orang Cina
diseluruh dunia adalah orang sukses, masih byk juga diantara mereka yg
hidup dibawah garis kemiskinan. Sebagai contoh bisa Anda lihat di
daerah Tangerang, Banten. Disana masih banyak warga keturunan Cina yg
sudah tinggal disana selama generasi (sehingga kulit merekapun sudah
berbeda dgn keturunan Cina yang bermigrasi pada abad 20an), yang masih
kesulitan untuk makan.

dikutip dari:
http://kaskus.us/showthread.php?t=777260